Subscribe to our RSS Feeds
Hello, this is a sample text to show how you can display a short information about you and or your blog. You can use this space to display text or image introduction or to display 468 x 60 ads and to maximize your earnings.

About Me

Foto saya
Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
Hello my name is Muhammad Novrianto Yendi Putra. I was born in Palembang, 18th of November 1994. Now, I'm study in SMAN plus 17 Palembang

Senjata-senjata favorit di PB

0 Comments »
View Poll Results: APA SENJATA FAVORIT AGAN2 PBers??
AUG A3 3 7.14%
KRISS SUPER V 16 38.10%
AK-47 4 9.52%
MP 7 14 33.33%
MP 5 4 9.52%
UMP 45 2 4.76%
P 90 13 30.95%
SEMUA 2 4.76%
LAIN2...(SEBUT AJA DI REPLY YA, ANE RADA GA APAL HEHE) 8 19.05%
GA ADA... 5 11.90%
03.56

Perbandingan VGA Ati & Nvidia

0 Comments »
Di mata para gamer hanya ada 2 produsen chip grafis yang mereka lirik, yaitu Nvidia dan ATI.
Baik Nvidia maupun ATI memiliki penggemarnya sendiri. Para fans ATI selalu 
menganggap bahwa kualitas gambar yang dihasilkan videocard ATI lebih baik dibanding Nvidia.
Sedangkan di kubu Nvidia, penggemarnya menyatakan sebaliknya. 
Betulkah kualitas gambar videocard ATI saat ini lebih baik daripada Nvidia? 
Simak perbandingan detail berikut ini....
Anggapan mengenai lebih buruknya kualitas gambar videocard Nvidia sebenarnya muncul 
di tahun 2003, tepatnya ketika Nvidia meluncurkan seri Geforce FX seri 5000 yang notabene 
sebuah blunder fatal yang tercatat sebagai sejarah hitam di perjalanan karir Nvidia. 
Buruknya kinerja Geforce FX saat itu membuat Nvidia melakukan trik untuk meningkatkan 
kinerja dengan menurunkan kualitas gambar. Hal ini justru semakin memperburuk reputasi mereka dan 
membuka peluang bagi ATI untuk merebut singgasana. Saat itu chip grafis andalan ATI yaitu Radeon seri 9000 
terbukti mampu mengalahkan Geforce FX dalam kinerja maupun performa. Di saat itulah anggapan bahwa 
kualitas gambar videocar ATI lebih baik daripada Nvidia mulai tertanam di hati sanubari para gamer.
Namun kini 3 tahun telah berlalu, dan Nvidia telah melewati mimpi buruknya. Dimulai dari peluncuran 
Geforce seri 6000 yang membanggakan Shader Model 3, Nvidia mulai berusaha mengalahkan ATI 
dalam hal kualitas gambar. Di era 2005, Geforce seri 6000 mampu menoreh keunggulan dalam hal
dukungan Shader Model 3 dibanding ATI X300/700/800 yang saat itu belum mensupport fitur tersebut.
Sadar akan kelemahan terserbut, di tahun 2006 ATI akhirnya juga memberikan dukungan 
Shader Model 3 di seri X1000 mereka, sehingga potensi bagi videocard Nvidia dan ATI untuk
menghasilkan kualitas gambar yang baik kini sama.
Menyadari hal itu, Nvidia sebagai produsen chip grafis no. 1 tentu tak mau tinggal diam. 
Serangkaian cara mereka lakukan untuk lebih unggul dibanding ATI. Bila di era 2003 mereka melakukan trik
penurunan kualitas gambar yang berujung menjadi sebuah blunder fatal, kini mereka mencari cara lain yang lebih
cerdas untuk mengalahkan kualitas gambar videocard ATI. Cara tersebut adalah dengan 
berkonspirasi bersama para game developer untuk menjatuhkan ATI.
Sebagai produsen chip grafis no.1, Nvidia memiliki segudang uang untuk diselipkan di celah-celah 
kantong para programmer & game developer. Dengan begitu game buatan mereka akan berpihak ke kubu Nvidia. 
Atau dengan kata lain kualitas gambar game tersebut akan menjadi lebih buruk bila dijalankan pada videocard ATI.
Nvidia cukup serius dalam menjalankan strategi konspirasi ini. Bahkan mereka mempropagandakan 
strategi ini sebagai TWIMTBP (The Way It's Meant To Be Played).
Bila sebuah game menyandang logo TWIMTBP, berarti game tersebut dibuat dengan campur tangan
Nvidia di dalamnya, dan sudah dipastikan kualitas gambar / kinerja terbaik hanya akan didapat bila 
menggunakan videocard Nvidia. Secara logika saja, tentu mustahil bila sebuah game yang disponsori 
Nvidia ternyata tampilannya sama baiknya bila menggunakan ATI.
Para fans ATI sering berdalih bahwa masalah kompatbilitas/kualitas gambar pada beberapa game adalah
masalah driver yang dapat dihilangkan dengan update driver ATI Catalyst, mereka tak menyadari bahwa 
problem tersebut sebenarnya adalah problem yang berasal dari gamenya dan sengaja dibuat oleh game 
developernya bagi pengguna ATI. Jadi update driver ATI tidak akan memperbaiki problem tersebut.
Tampaknya strategi konspirasi ini dianggap cukup berhasil oleh Nvidia, sehingga mereka kian hari kian 
agresif dalam merangkul para game developer. Hingga saat ini, nyaris 90% game yang beredar di pasaran
dibuat dengan campur tangan Nvidia di dalamnya.
Untuk melihat game-game apa saja itu dapat dilihat di situs www.nzone.com
Untuk membuktikan perbedaan tampilan kualitas gambar antara videocard Nvidia dan ATI,
berikut ini dilakukan berbagai perbandingan kualitas gambar secara detail dengan menggunakan
beberapa game populer.
redball.gif (916 bytes)UJI PERBANDINGAN
Perbandingan kualitas gambar dilakukan dengan menggunakan 6 macam game yang populer 
dan 1 macam aplikasi benchmark
1. Test kualitas gambar Need For Speed Most Wanted

2. Test kualitas gambar Serious Sam 2
3. Test kualitas gambar Tomb Raider Legend
4. Test kualitas gambar Splinter Cell Chaos Theory
5. Test kualitas gambar Splinter Cell Double Agent 

IN-GAME SETTING:
Setting fitur & kualitas di semua game diatas diatur ke tingkat detail paling maximal dengan resolusi 1024x768.
Anisotropic filtering diatur ke tingkat tertinggi dan FSAA diaktifkan bila memungkinkan.

TESTING PLATFORM:
Videocard:
   - NVIDIA : Geforce 7600GT, 7900GS, 7900GT
   - ATI       : Radeon X1950 Pro, X1900XT




CPU:
   - Intel Core2 Duo E6400 (2.13GHz) overclocked @ 3.2GHz   FSB400 (FSB1600 QPB)
CPU Cooler :
   - Thermaltake Waterblock W0010 + custom cooling tower
Motherboard
   ASUS P5B Deluxe WiFi AP (intel P965)
Memory :
   - 2 X 512MB Kingston "Hynix" DDR2 533 @ DDR800 (4-4-4-12)
Harddisk: 80GB Seagate Barracuda 7200.9 SATA2
PSU: SilverStone 400W dual-rail
Driver:
   Nvidia Forceware 91.47
   ATI Catalyst 6.11
Windows XP Professional SP2
DirectX 9c June06


TEST 1: Need For Speed Most Wanted
Hinga detik ini, NFS Most Wanted masih merupakan game racing dengan tampilan terbaik. 
Bahkan tampilannya masih lebih baik daripada NFS Carbon yang baru saja dirilis.
Sekalipun NFS Most Wanted tidak menyandang logo Nvidia, tapi sepertinya developer & publisher game ini,
Electronic Arts, sempat merasakan nikmatnya makan malam bersama Nvidia.
Sajian anggur dan wanita cantik yang disuguhkan Nvidia mampu membuat para programmer 
Most Wanted rela memberikan tampilan terbaik game ini hanya untuk pengguna videcard Nvidia saja.
Bila anda pernah mendengar keluhan beberapa gamer mengenai tampilan yang terlalu silau di Most Wanted, 
maka dapat dipastikan bahwa gamer tersebut menggunakan videocard ATI. Karena memang itulah 
kado bencana yang khusus diberikan bagi fans ATI.
Pada videocard ATI, akan terjadi kesalahan implementasi HDR/Bloom, yang mengakibatkan 
gambar terlalu terang, sekalipun fitur overbright dimatikan. Dengan keadaan ini banyak objek 
akan kehilangan detail, dan konyolnya lagi gedung-gedung masih tampak menyilaukan sekalipun di kondisi 
senja hari.
Untuk lebih jelasnya lihat perbandingan tampilan screenshot di bawah ini...
Need For Speed Most Wanted  (v1.3)
Daylight (siang)

Detail objek gedung dan tekstur bukit dengan menggunakan videocard Nvidia terlihat jelas. Sedangkan pada 
videcard ATI, cahaya silau membuat gedung nyaris tak terlihat yang diakibatkan karena error dalam 
implementasi HDR/bloom effect. Bahkan tekstur bukit hanya terlihat sebagai warna kuning silau saja.

P
ada videocard Nvidia, detail kaca jendela pada gedung pencakar langit masih terlihat meski kacanya 
memantulkan cahaya matahari. Sedangkan pada videcard ATI, pantulan cahaya matahari terlalu ekstrim 
sehinga membuat gedung kehilangan detailnya.

Dengan menggunkaan videocard Nvidia, dinding gedung-gedung beton merefleksikan pantulan cahaya secara
normal, sedangkan pada videocard ATI, dinding gedung-gedung beton seolah bersifat seperti kaca yang merefleksikan
pantulan cahaya secara ekstrim, akibatnya objek jadi kehilangan detail.

Pada videocard Nvidia ujung jalan masih terlihat jelas, sedangkan pada videocard ATI ujung jalan seringkali 
tak terlihat karena tersapu silaunya cahaya. Hal inilah yang seringkali dikeluhkan para gamer yang menggunakan 
videocard ATI, karena kondisi silau ini 
membuat tikungan di ujung jalan jadi tak terlihat jelas sehingga membuat game lebih susah dimainkan.
Evening (senja)

Tampilan pada videocard ATI bertambah parah dan tidak realistis pada kondisi senja. Gedung-gedung terlihat 
bersinar menyilaukan sekalipun di langit minim cahaya matahari. Sedangkan pada videcard Nvidia, refleksi 
cahaya yang terpantul di gedung-gedung terlihat natural dan serasi dengan nuansa atmosfir sekitar.

Sama seperti contoh gambar sebelumnya, pada videocard Nvidia detail gedung terlihat jelas

dan pantulan cahayanya di senja hari terlihat natural, sedangkan pada videocard ATI,
gedung-gedung menjadi terlihat aneh dengan cahayanya yang menyilaukan, seolah
seperti suasana di planet lain.

Refleksi cahaya senja pada kaca gedung terlihat natural pada videocard Nvidia, 
sedangkan pada videocard ATI gedung-gedug terlihat seolah bersinar denngan refleksi 
cahaya yang menyilaukan, sehingga terkesan tidak realistis dan kontras dengan suasana atmosfir senja.



TEST 2: Serious Sam 2
Croateam, developer game asal Kroasia tampaknya telah mengantungi "uang lelah" yang cukup banyak dari Nvidia. Sebagai balas jasa, developer game Serious Sam2 ini membuat implementasi HDR pada videocard ATI akan terlihat buruk (pixelasi).
Serious Sam 2 (HDR enabled)
vgaiq-ss2-hdr.jpg (88666 bytes)
Bila HDR diaktifkan pada videocard ATI, maka pantulan cahaya terlihar terpikselasi,
sedangkan pada videocard Nvidia penggunaan HDR tidak mengalami masalah.
Baru setahun kemudian setelah game ini beredar dan orang sudah bosan, barulah muncul patch
untuk memperbaiki problem gambar pada ATI. 
Tampaknya Nvidia dan developer game Serious Sam2 sengaja menunda patch tersebut agar hanya 
pengguna Nvidia saja yang menikmati game tersebut tanpa masalah.



TEST 3: Tomb Raider Legend
Lara Croft, sang tokoh utama di game Tomb Raider, merupakan karakter paling populer dan fenomenal dalam sejarah industri game. Saking terkenalnya hingga Tomb Raider akhirnya diangkat ke layar perak. Nvidia tahu benar potensi popularitas Lara Croft untuk mendongkrak penjualan videocard mereka. Oleh karena itu mereka merangkul erat game developernya dan melakukan konspirasi bersama agar fitur Soft Shadow tidak berfungsi pada videocard ATI.
Serangkaian peringatan ditampilkan sewaktu instalasi game ini untuk mengingatkan penggunanya bahwa tampilan terbaik game ini hanya akan didapat jika menggunakan videocard Nvidia saja. Apakah peringatan tersebut hanya omong kosong belaka? Tentu saja tidak....
Tomb Raider Legend

Pada videocrad Nvidia, tampilan bayangan terlihat halus. Ini menunjukkan bahwa implementasi 
Soft Shadow berjalan sempurna. Sedangkan pada videocard ATI soft shadow tidak berfungsi sehingga 
bayangan terlihat kasar dan bergerigi (jaggies).

Bayangan karakter Lara Croft terlihat halus pada videocard Nvidia. Sedangkan pada videocard ATI 
bayangan terlihat kasar dan terpikselasi.

Perbandingan ini menunjukkan secara lebih jelas lagi kualitas bayangan pada videocard Nvidia dan ATI. 

Bayangan Lara Croft pada viodecard ATI terkesan kasar dan aneh.




TEST 4: Splinter Cell Chaos Theory
Seri-seri Splinter Cell selalu menjadi game best seller yang kemunculannya dinanti-nantikan oleh para penggemar game. Semenjak seri perdananya, Splinter Cell terkenal sebagai game yang disponsori Nvidia. Sehingga berbagai masalah akan timbul bila menggunakan videocard ATI.
Pada Splinter Cell seri ke 3 (Chaos Theory), Nvidia bersama developer game ini sepakat untuk men-disable fitur Soft Shadow pada videocard ATI. Sehingga tampilan bayangan pada videeocard ATI akan buruk (jaggies).
Nvidia tahu bahwa atmosfir game ini bernuansa gelap dan sangat mengandalkan bayangan (shadow intensive), sehingga bila kualitas bayangan sengaja "dirusak" tentu akan merusak kualitas tampilan game secara signifikan pada videcard ATI.
Selain itu game yang mensupport fitur HDR ini juga tidak memiliki opsi untuk mengaktifkan Anti-Aliasing, sehingga keunggulan videocard ATI yang mampu mengaktifkan FSAA+HDR secara bersamaan tidak dapat difungsikan pada game ini.
Splinter Cell Chaos Theory

Bayangan Sam Fisher, tokoh utama Splinter Cell, terlihat halus pada videocard Nvidia. 
Sedangkan pada videcard ATI bayangan terlihat kasar dan bergerigi (jaggies). Ini akibat game ini
dirancang untuk mendisable secara paksa fitur Soft Shadow bila digunakan pada videocard ATI.

Bayangan kabel listrik terlihat halus pada videocard Nvidia, sedangkan pada videocard ATI bayangan
terlihat bergerigi

Bayangan jeruji besi terlihat halus pada videcard Nvidia, sedangkan pada videcard ATI bayangan 

terlihat kasar dan bergerigi.

Game ini sangat menonjolkan efek bias bayangan. Pada videocard Nvidia seluruh bayangan terlihat halus, 
berbeda dengan bayangan pada videocard ATI yang terlihat kasar dan bergerigi akibat tidak aktifnya Soft Shadow.


TEST 5: Splinter Cell Double Agent
Sekuel ke 4 dari serial game best seller Splinter Cell yaitu Double Agent baru saja dirilis. Tetap dengan tradisi lamanya, Splinter Cell adalah game yang pro Nvidia.
Nvidia tampaknya masih kurang puas dengan "mensabotase" fitur soft shadow ATI pada Splinter Cell Chaos Theory.
Berbeda dengan seri sebelumnya, pada Splinter Double Agent pengguna videocard ATI seri X1xxx dapat mengaktifkan FSAA+HDR berbarengan di game ini, maka untuk mengantisipasi hal ini Nvidia bersama game developer Splinter Cell bersepakat melakukan sabotase yang jauh lebih hebat lagi, yaitu dengan meniadakan bayangan pada karakter dan beberapa objek bila menggunakan videocard ATI. Fitur soft shadow juga tetap tidak berfungsi pada videocard ATI. Tidak hanya itu, implementasi bayangan pada beberapa objek juga mengalami masalah (hilang-timbul).
Nvidia tahu benar bahwa Splinter Cell merupakan game yang sangat menonjolkan atmosfir gelap yang sarat bayangan, sehingga bila bayangan pada videocard ATI "disabotase" pasti akan membuat pengguna videcard ATI kecewa berat dan memutuskan untuk beralih ke videocard Nvidia.
Pada game ini Nvidia juga ingin melampiaskan dendam lamanya terhadap videocard ATI seri X800 yang beberapa tahun yang lalu sempat membuat beberapa pengguna Geforce 6600 tergoda untuk beralih ke kubu ATI. Pada game ini Nvidia sengaja memesan game developernya agar game ini tidak mampu berjalan dengan ATI seri X300, X700, X800 karena ketiga videocard ATI tersebut belum mensupport Shader Model 3. Hal ini memang cukup aneh karena seharusnya engine game ini mampu dipaksa berjalan dengan shader model 1.1 seperti seri Splinter Cell sebelumnya, tapi tampaknya kemapuan tersebut dihilangkan karena pada game ini Nvidia ingin memberi pelajaran pada orang-orang yang dulu berpindah dari Geforce 6600 ke ATI X800.
Splinter Cell Double Agent

Pada videocard Nvidia, karakter dan berbagai objek (tangga, gedung) memiliki bayangan. 
Sedangkan pada videocard ATI karakter maupun objek tidak memiliki bayangan

Sama seperti Splinter Cell edisi sebelumnya (Chaos Theory), fitur Soft Shadow pada Splinter Cell Double
Agent juga tidak berfungsi pada videocard ATI sehingga bayangan kabel listrik diatas terlihat sangat bergerigi.
Sedangkan pada videocard Nvidia bayangan kabel listrik terlihat halus.
Efek bayangan bergerigi pada videcard ATI terlihat jauh lebih parah di game ini dibanding

di Splinter Cell Chaos Theory.

Tidak adanya bayangan karakter pada videocard ATI membuat nuansa kurang realisitis, 

berbeda dengan di videocard Nvidia dimana bayangan karakter ditampilkan dengan baik.

Pada videocard ATI bayangan objek yang jatuh pada pipa terlihat kasar (jaggies) dan seolah
mengalami kesalahan, sedangkan pada videocard Nvidia bayangan mampu jatuh secara baik.


 Kesimpulan : Keunggulan kualitas image ditentukan oleh kelihaian strategi bisnis

Strategi untuk menang : Dengan melakukan konspirasi bersama para game developer, Nvidia akhirnya sukses mengalahkan ATI dalam hal pertarungan kualitas gambar
Anggapan mengenai kualitas gambar videocard ATI lebih unggul daripada Nvidia pupus sudah. Dalam prakteknya, kualitas gambar pada image videocard ATI terlihat lebih buruk dan bermasalah di banyak game.
Hal ini sebenarnya bukan karena ketidak becusan ATI membuat chip grafis, namun karena kelihaian Nvidia dalam menggandeng game developer untuk mensabotase kualitas gambar videocard ATI di banyak game.
Apakah sabotase yang dilakukan Nvidia merupakan kecurangan?
Di mata konsumen, tindakan yang dilakukan oleh Nvidia bukanlah sebuah kecurangan. Sebab konsumen tetap mendapat kualitas gambar terbaik bila menggunakan videocard Nvidia. Nvidia juga sudah memperingatkan di awal game dengan adanya logo atau peringatan bahwa tampilan terbaik hanya akan didapat bila menggunakan videocard Nvidia.
Jadi bila ada pengguna videocard ATI yang kecewa karena "rusaknya" kualitas gambar, itu karena salah mereka sendiri kenapa tidak menggunakan videocard Nvidia untuk bermain game tersebut.

Strategi CEO : Kongkalikong ala asia akhirnya mengalahkan asah otak ala barat
Dalam persaingan kualitas gambar, Nvidia terlihat jauh lebih cerdas & smart dibanding ATI. Di saat para insinyur ATI kerja lembur & banting tulang di dalam lab yang sunyi untuk meningkatkan keunggulan kualitas grafis, para team Nvidia mengajak makan malam para game developer untuk bersama-sama menjatuhkan ATI.
Jamuan makan malam dan berbagai suguhan kenikmatan lainnya membuat para game developer akhirnya rela melakukan apa saja untuk menjatuhkan ATI.
Konspirasi dengan game developer tampaknya merupakan strategi jitu yang dilakukan sang CEO sekaligus pendiri Nvidia yaitu Jen-Hsun Huang.
Dengan konspirasi Nvidia bersama game developer, maka sehebat apapun ATI berinovasi untuk meningkatkan kualitas grafis videocard mereka, hasilnya tetap akan sia-sia saja karena game yang dirilis ternyata tidak memanfaatkan keunggulan yang dimiliki videocard ATI, bahkan kualitas gambar pada videocard ATI malah sengaja diturunkan dengan munculnya berbagai problem. 
Dalam perang kualitas gambar, ATI menggembar-gemborkan keunggulan Radeon seri X1xxx dibanding Geforce seri 7 dalam hal kemampuan menjalankan FSAA+HDR secara berbarengan. Sekalipun penggunaan FSAA+HDR akan menurunkan performa secara signifikan sehingga hanya layak diterapkan pada videocard 2 juta, namun Nvidia tentu mewaspadai keunggulan ATI dalam hal ini. Oleh karena itu beberapa game sengaja dirancang (atas pesanan Nvidia) agar tidak bisa menjalankan FSAA+HDR secara berbarengan sekalipun menggunakan ATI X1xxx (misal: Splinter Cell Chaos Theory). Tak hanya itu saja, beberapa game ternyata juga mampu menjalankan FSAA+HDR sekalipun menggunakan Geforce seri 7 (misal: Half Life 2, NFS Most Wanted). Di sini terlihat bahwa keunggulan fitur hardware dapat dimentahkan oleh design programming game. Melalui design programming game itulah Nvidia bersama pembuat game menurunkan (mensabotase) kualitas gambar pada videocard ATI.
Disini terbukti bahwa kenggulan teknis mampu dikalahkan oleh strategi bisnis.
Pepatah lama di dunia balap jalanan mengatakan: "Tidak perlu repot-repot merancang mobil paling cepat bila anda tahu cara jitu untuk menggembosi ban mobil lawan"
03.49