Subscribe to our RSS Feeds
Hello, this is a sample text to show how you can display a short information about you and or your blog. You can use this space to display text or image introduction or to display 468 x 60 ads and to maximize your earnings.

About Me

Foto saya
Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
Hello my name is Muhammad Novrianto Yendi Putra. I was born in Palembang, 18th of November 1994. Now, I'm study in SMAN plus 17 Palembang

Ternyata Orang Indonesia ada yang Pernah Menjadi Tentara NAZI

0 Comments »
Percayakah anda jika foto dibawah adalah orang indonesia? Ya, Orang Indonesia yang menjadi Prajurit Waffen-SS, Kesatuan kelas elit dalam tentara NAZI. Foto ini berasal dari Mark Bando, peneliti sejarah Amerika yang khusus meneliti unit-unit pasukan Parasut Amerika. Dalam salah satu penelitiannya tentang Divisi Airborne ke-101, dia bertemu dengan Wilson Boback, salah seorang veteran yang ikut bertempur di Belanda dalam Operasi Market Garden bulan September 1944.

Unit Boback berhadapan dengan bagian dari pasukan Landstorm Nederland (simpatisan Jerman di Belanda) dan Boback berhasil membunuh salah satunya. Dia kemudian menggeledah mayat si prajurit, dan menemukan sebuah foto yang jelas-jelas merupakan orang Indonesia (saat itu masih bernama Hindia-Belanda) yang sedang memakai seragam Legion Nederland (kerah wolf’s hook plus perisai dan cufftitle buatan Belanda), bersama dengan helm khas Jerman berkilauan lengkap dengan lambang LN.

Kemungkinan orang itu memang orang indonesia yang menjadi prajurit NAZI, bisa kita simpulkan karena divisi itu adalah simpatisan NAZI dari Belanda yang notaben-nya saat itu belanda sedang menjajah indonesia, dan orang itu mungkin tinggal di belanda dan menjadi tentara NAZI.

Hal ini memperlihatkan bahwa setidaknya ada satu orang Indonesia yang pernah menjadi tentara Waffen-SS, dan kemungkinan besar dia tidaklah sendiri! Ada lagikah orang Indonesia lain yang pernah jadi tentara Nazi?
17.59

0 Responses to "Ternyata Orang Indonesia ada yang Pernah Menjadi Tentara NAZI"

Posting Komentar